Buku “Fenomena Sejarah Pendidikan Nduga: Antara Tantangan dan Harapan Masa Depan Anak di Tengah Konflik Nduga” mengulas perjalanan pendidikan di Nduga berdasarkan kesaksian para perintis, guru asli, dan tokoh gereja. Buku ini menyoroti peran gereja sebagai pelopor pendidikan sejak 1965 melalui tokoh seperti Pdt. Adriaan Van der Bijl, pendiri Sekolah Saksi Pertarian Bahasa Daerah dan SD YPPGI Mapnduma. Selain memuat data pendidikan dari 1961–2023, buku ini juga menggambarkan kondisi sosial, demografi, serta rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Nduga. Sebagai catatan sejarah, karya ini menjadi pengingat perjuangan pendidikan di Nduga sekaligus ajakan bagi generasi muda dan lembaga pendidikan untuk melanjutkan semangat para perintis menuju masa depan yang lebih baik.